Surabaya – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan inovasi teknologi untuk mendukung kemajuan sektor kemaritiman nasional. Melalui kerja sama dengan Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Benoa, PPNS mengembangkan Vessel Monitoring System (VMS) yang diperuntukkan bagi kapal nelayan dan kapal pengawas. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai program studi di lingkungan PPNS sebagai bentuk kolaborasi lintas keilmuan, dengan pelaksanaan pengembangan sistem digawangi oleh tim dosen Program Studi Teknik Otomasi yang diketuai oleh Bapak Agus Khumaidi, S.ST., M.T.
![]()
Gambaran Umum Kondisi Saat Ini
Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mendukung digitalisasi sektor kemaritiman melalui penerapan teknologi monitoring kapal yang lebih modern, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan. Selain mampu memantau posisi kapal secara real-time, sistem yang dikembangkan juga dirancang untuk memberikan informasi operasional yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan keselamatan pelayaran, efisiensi operasional kapal, serta mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.
Pengembangan Vessel Monitoring System dilakukan dengan mengombinasikan teknologi Internet of Things (IoT), sistem komunikasi data, sensor elektronik, Global Positioning System (GPS), dan dashboard monitoring berbasis web. Seluruh data yang diperoleh dari kapal dikirimkan ke pusat monitoring sehingga dapat diakses secara real-time oleh operator maupun petugas yang berwenang.
Berbeda dengan sistem pelacakan kapal pada umumnya, Vessel Monitoring System yang dikembangkan PPNS dilengkapi dengan sejumlah fitur tambahan yang dirancang berdasarkan kebutuhan operasional pengguna di lapangan.
![]()
Fitur pertama adalah Fuel Consumption Meter, yaitu sistem yang mampu memonitor konsumsi bahan bakar kapal secara real-time. Melalui fitur ini, operator dapat mengetahui tingkat penggunaan bahan bakar selama pelayaran sehingga evaluasi terhadap efisiensi mesin dan biaya operasional dapat dilakukan secara lebih akurat. Data tersebut juga menjadi dasar dalam penyusunan strategi penghematan bahan bakar dan peningkatan performa operasional kapal.
Fitur kedua adalah Hour Meter & Maintenance, yang berfungsi mencatat jam operasional mesin secara otomatis. Informasi tersebut digunakan sebagai acuan pelaksanaan preventive maintenance, seperti penggantian oli, filter, pemeriksaan komponen mesin, hingga penjadwalan servis berkala. Dengan sistem pencatatan digital, proses perawatan menjadi lebih terencana sehingga dapat meningkatkan keandalan mesin dan mengurangi potensi kerusakan selama kapal beroperasi.
Sebagai bentuk peningkatan aspek keselamatan pelayaran, sistem juga dilengkapi dengan Panic Button. Fitur ini memungkinkan nahkoda atau awak kapal mengirimkan sinyal darurat secara cepat apabila terjadi keadaan yang memerlukan bantuan segera, seperti kecelakaan, gangguan keamanan, kerusakan mesin, maupun kondisi cuaca ekstrem. Ketika tombol darurat diaktifkan, sistem secara otomatis mengirimkan informasi lokasi kapal beserta notifikasi ke pusat monitoring sehingga respons penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Selain fitur-fitur tersebut, sistem juga mampu menampilkan histori pelayaran, kecepatan kapal, waktu operasional, status perangkat, serta berbagai parameter pendukung lainnya melalui dashboard monitoring berbasis web yang mudah diakses.
Sebagai bagian dari proses validasi teknologi, perangkat yang telah dikembangkan diimplementasikan dan diuji coba pada KM Erika 99 dan Kapal Pengawas Macan Tutul milik PSDKP Benoa. Pengujian lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh fungsi sistem berjalan dengan baik dalam kondisi operasional sebenarnya, mulai dari akurasi posisi GPS, stabilitas komunikasi data, keandalan dashboard monitoring, hingga performa fitur Fuel Consumption Meter, Hour Meter & Maintenance, serta Panic Button.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan monitoring kapal secara real-time dengan baik serta memberikan informasi operasional yang lebih komprehensif. Data yang dihasilkan diharapkan dapat membantu operator kapal dalam meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar, mengoptimalkan jadwal perawatan mesin, serta mempercepat penanganan kondisi darurat selama pelayaran.
Ketua tim pengembang, Bapak Agus Khumaidi, S.ST., M.T., menyampaikan bahwa pengembangan Vessel Monitoring System ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata PPNS dalam mendukung modernisasi teknologi di sektor kemaritiman Indonesia. Melalui kolaborasi dengan PSDKP Benoa, sistem yang dikembangkan diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi pengguna serta menjadi fondasi pengembangan teknologi monitoring kapal yang semakin cerdas, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi vokasi dan instansi pemerintah dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan keselamatan pelayaran, efisiensi operasional armada, serta penguatan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di Indonesia. Ke depan, PPNS berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi maritim berbasis riset terapan yang mendukung transformasi digital dan peningkatan daya saing industri kemaritiman nasional.